Rabu, 21 Mei 2014

5 Jova (Cerpen Icil)

Ini cerpen karyaku. cerpen yang ancur banget.. tapi iseng-iseng aku post.. maaf kalo absurd, ancur, & aneh..
Selamat Membaca..





5  JOVA

“Woyy!! Keren, brow..”


“Wuihh!! Gaya banget, guys..”


“WOW!! Amazing..”


“Wah, kalah keren gue..”


            Begitulah sedikit komentar penghuni SMA Star Idol. Teriakan mereka memenuhi seisi halaman dan tempat parker saat lima cagiva memasuki parkiran. What?! Lima?! Yupzz. Lima motor sport, cagiva. Merah, kuning, biru, putih, dan hitam. Eiitzz.. Jangan disamain kayak pelangi ya..!


            Lima cagiva itu pun diparkir berjejer. Sang joki membuka helm masing-masing.


“HAH?!”


            Semua tercengang saat mereka berlima membuka alat pengaman kepala mereka. Salah satu dari pengendara cagiva itu seorang gadis? Ya. Pengendara cagiva hitam itu seorang gadis.


            Tunggu!!


            Mau apa mereka berlima? Kenapa keempat laki-laki itu berdiri membelakangi dan mengitari gadis itu? Ohh.. Ternyata keempat laki-laki itu menutupi sang gadis saat mengganti celana panjangnya dengan rok sekolah. Haha.. Ada-ada saja.


            Tapi… Kenapa seragam mereka berbeda dengan penghuni yang lain? Jalaslah. Mereka adalah siswa baru di SMA Star Idol ini.


            Kelima siswa baru tersebut berjalan bersama. Tak lupa, mereka mematri senyum manis untuk dinikmati penghuni SMA Star Idol yang lain. Sangatlah menawan, hingga hati yang melihatnya meleleh. Apalagi saat sang gadis bertanya dengan salah seorang siswa di koridor.


“Haii.. Ruang Kepala Sekolah dimana ya?” Tanya sang gadis dengan amat manis.


“Ehh.. ee.. eemmm… i.. itu..” jawab siswa dengan gugup sembari menunjuk suatu tempat.


“Yang di ujung koridor?” Tanya salah satu lelaki pengendara cagiva tak kalah manis dan ramah.


“I… iyaa..” jawab sisiwi yang tak jauh darinya.


“Makasii..” kompak kelima joki cagiva sangat-sangat menawan.


            Lima Jova itu kembali melenggang dengan santai, ramah, dan menawan tentunya.



@ XI IPA 4


“Nama saya Cakka Setya Nuraga.”


“Alvino Sindhunata.”


“Mario Aditya Haling.”


“Gabriel Damanik.”


            Keempat siswa baru memperkenalkan diri di depan kelas. Empat? Lalu yang satu lagi kemana? Kemana gadis manis itu?



@ X IPA 3


“Perkenalkan, nama saya Agnita Anjani Aditya Haling.’ Gadis baru tadi memperkenalkan diri tanpa melupakan senyum manis yang sangat memikat.


            Ternyata ia merupakan adik dari salah satu laki-laki yang bersamanya tadi. Mario Aditya Haling tepatnya.


……………… 


            Seminggu sudah kelima Jova ramah menjalani kehidupan baru di SMA Star Idol. Banyak yang mengagumi mereka karena sifatnya yang sangat bersahabat. Memang mereka merupakan buah hati seorang yang berada. Teteapi, mereka mau bergaul dengan siapa pun. Namun, tak ayal ada pula yang tak menyukai mereka, alias haters.



@ XI IPA 4 dan X IPA 3


            “Jangan sok kecakepan loe!! Mentang2 orang kaya, jadi sok2an banget.


Nggak usah cari muka deh!!”



            Itulah kalimat yang tertera di kertas yang ada di meja 5 Jova pagi ini.



@ Lapangan


“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi semua!” sapa Cakka dari atas podium di tengah lapangan.


“Sebelumnya, kami berlima meminta maaf karena telah mengganggu waktu kalian semua. Kami di sini hanya ingin mendengar keluhan kalian tentang kami secara langsung.” Lanjutnya.


“Maksud kakak?” Tanya seseorang yang tak mengerti maksud Cakka.


“Maksudnya, kalau ada hal buruk tentang kami, tolong kalian bicarakan secara langsung. Tidak usah seperti ini.”  Jawab Agni ramah dengan menunjukkan kertas yang mereka temukan di meja pagi ini.


“Itu apaan kak?”


“Ini kertas yang ada di meja kami berlima pagi ini. Di kertas ini tertulis  ‘Jangan sok kecakepan loe!! Mentang2 orang kaya, jadi sok2an banget. Nggak usah cari muka deh!!’” Gabriel membacakan isi kertas tersebut.


“Kami mohon, kalau ada masalah dengan kami selesaikanlah secara langsung. Tidak usah seperti ini.” Pesan Alvin.


“Kami mohon juga, bagi yang melakukan ini segera temui kami dan bicarakan semua dengan baik-baik.” Pinta Rio.


            Semua siswa yang ada di sana tercengang. Ini benar-benar nyata atau hanya acting belaka? Biasanya kalau ada orang yang diperlakukan seperti ini, dia pasti akan marah. Tapi tidak dengan kelima siswa baru ini. Mereka tetap tersenyum, ramah, bahkan malah memberikan nasehat yang sangat berguna untuk siswa yang lain.


            Tiba-tiba…..


Prokk.. Prokk.. Prokk..


            Semua siswa yang ada di sana bertepuk tangan untuk kelima Jova. Amat sangat meriah banget suasana pagi di lapangan ini.


“Lho, kok pada tepuk tangan, kak?” bisik Agni.


“Iya. Emang kita tadi ngapain sih?” Alvin ikut berbisik.


“Nggak tau gue juga.” Cakka menambahkan.


            Kini malah kelima Jova keren dan ramah itu yang dibuat bingung oleh penghuni-penghuni SMA Star Idol yang lain. Kenapa bisa mereka semua bertepuk tangan?


“Stop!! Stop!! Kenapa pada tepuk tangan semua?” Tanya Rio menghentikan keriuhan.


“………” tak ada jawaban.


“Kok diem?” bingung Gabriel.


“eemmm… kita Cuma kagum aja sama kalian berlima. Soalnya, jarang kami temui siswa seperti kalian yang sebijak itu.” Jawab seseorang yang memecahkan kebingungan 5 Jova.


            Kelima Jova hanya tersenyum.


“Semua orang bisa seperti itu kok. Hanya saja kita lupa. Maka dari itu, kita harus saling mengingatkan satu sama lain.” Ucap Agni yang diangguki keempat kakaknya.


            Lalu,mereka berlima pun mematri kembali senyuman yang amat sangat manis dan memikat.


Dan…….


Gedebukk.. Brukk.. Brukk.. Gedebukk..


“Lho, kok pingsan semua?” kaget kelima Jova.




_FIN_



Makasii buat yang mau baca.. See you di postinganku yang lain.. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar